The Snowball

Circle of Competence, Apa Bakat Alamiah Anda ?

INFO PRODUCT
Penulis
Alice Schroeder
Tahun
2009
Kategori
Self Help
Pertama terbit
Amerika Serikat

INFO REVIEW
Read
2.2K
Prawira
Prawira Azizi

Knowledge influencer, Strategist, Stock Investment enthusiasm

 

12 Jun 2016

Konsep Circle of Competence pertama kali diperkenalkan oleh Warrent Buffet sebagai cara untuk fokus pada area yang benar-benar kita kuasai.

“Salah satu keahlian penting yang harus dimiliki oleh seorang investor adalah kemampuan untuk mengevaluasi sebuah bisnis. Perhatikan kata sebuah yaitu satu buah. Anda tidak perlu memiliki keahlian mengevaluasi berbagai jenis industri, berbagai tipe bisnis, ataupun berbagai skala bisnis.  Akan tetapi, yang perlu Anda memiliki adalah kemampuan mengevaluasi sebuah jenis industri sesuai dengan kompetensi Anda.”

Mungkin itulah alasan paling bisa diterima mengapa Warrant Buffet tidak tertarik untuk investasi di bidang IT, karena baginya bidang IT bukanlah industri yang Ia pahami dengan baik dibandingkan industri lainnya seperti asuransi, ritel, penerbangan, dan sebagainya.

Dalam bahasa Indonesia Circle of competence bisa diterjemahkan sebagai “kompetensi inti” atau “pusat keunggulan”. Yaitu keunggulan unik dan spesifik yang dimiliki masing-masing orang yang merupakan kombinasi antara bakat lahir dan stimulus lingkungan.

Apakah bakat bawaan Anda ?

“Saya bukan seorang genius. Saya hanya cemerlang pada satu hal, tetapi saya fokus saja di area tersebut”— Tom Watson, Founder of IBM

 

Circle of competence ini bisa dikenali dengan kriteria sebagai berikut; 1) Ada minat yang tinggi pada suatu bidang, 2) Penguasaan yang cepat pada bidang itu, 3) Kegembiraan natural saat menjalaninya, 4) Ada optimisme dan kemampuan mengembangkan lebih jauh.

Pesan penting dari konsep circle of competence ini adalah: seseorang hanya akan berhasil dan sukses jika ia bekerja secara optimal pada kompetensi intinya. Sebab, sebuah pekerjaan akan menghasilkan suatu maha karya luar biasa apabila dikerjakan oleh orang-orang yang yang memiliki bakat, passion, dan ketekunan pada bidang tersebut, dan bukan dikerjakan oleh orang minat dan kemampuan biasa-biasa saja.

Karena itu, siapapun kita, jika ingin berhasil dalam kehidupan ini yang pertama harus kita lakukan adalah mengenali bakat atau keunggulan alamiah kita. Cari tahu dengan membaca buku, ikuti test kepribadian, atau konsultasikan dengan psikolog. Dari sana Kita bisa mengambil kesimpulan sementara tentang bakat Kita, sambil terus mengembangkan dan memvalidasinya.

Untuk lebih jelas lagi, Warrant Buffet memberi ilustrasi yang menarik “ Jika Anda ingin mengikuti sebuah kompetisi, misalnya seni peran, atau bernyanyi atau lain sebagainya, dimana orang lain memiliki bakat dan Anda tidak, Anda pasti kalah. Untuk menjadi pemenang, Anda harus punya bakat alamiah dan ketertarikan alamiah”

Begitulah pentingnya memahami bakat sebagai modal untuk bisa sukses dalam kehidupan ini. Setelah mengenali, kemudian kembangkan dan asah terus bakat tersebut sehingga menjadi kompeten atau ahli, maka berikutnya kita akan mampu menghasilkan karya-karya terbaik pada bidang masing-masing.

---

"You have to learn the rules of the game. And then you have to play better than anyone else."- Albert Einstein