The Magic Of Thinking Big (Part 1)

Berfikir Benar Tentang Orang Lain

Jenis Buku : Import

Negara Penerbit : USA

Penulis : David Schwartz

Tahun Terbit : 1959

Kategori: Self Help

Indra Budi

Author Review

3.172

Read
Indra
Indra Budi

Knowledge influencer, Strategist, Stock Investment enthusiasm

  

10 Apr 2016 | 1 Komentar

Buku ini termasuk buku klasik yang fenomenal, satu generasi dengan buku How To Win Friend and Influence People. Pertama terbit tahun 1959, sampai sekarang masih terus dicetak ulang, diterjemahkan kedalam berbagai bahasa ,dan sudah terjual lebih dari 6 juta copy.

Apa yang menarik dari buku ini sampai bisa bertahan sampai saat ini ?, entahlah, bagi saya ini buku klasik, nasihat-nasihatnya sederhana tapi esensial, sehingga banyak buku pengembangan diri yang populer saat ini merujuk pada buku klasik ini.

Bab “Berfikir benar tentang orang lain” menjadi pilihan pertama saya untuk di sharingkan di goodaidea. Bab lain sama menariknya di buku ini, jadi tidak ada alasan penting kenapa bab ini didahulukan. Yang pasti disetiap bab kita akan menemukan “mutiara-mutiara” yang sangat berharga untuk dipahami.

Trus kenapa kita perlu berfikir benar tentang orang lain ?, karena dengan mengerti cara orang lain berfikir, kita bisa bertindak dengan tepat untuk menyelaraskan dengan tujuan kita.

Berikut ini contoh tesis yang salah:

  1. Seseorang diangkat ke posisi yang lebih tinggi karena semata-mata faktor kompetensi dan kapabilitasnya.
  2. Orang sukses tidak pernah mengambil inisiatif untuk memperkenalkan diri. Ia membiarkan orang lain terlebih dahulu menghampiri dan mengenalkan dirinya.
  3. Bergaulah dengan orang-orang yang sejalan dengan pemikiran kita.
  4. Orang yang paling banyak bicara biasanya adalah orang yang paling berhasil.

Keempat point diatas mengandung pernyataan yang salah, berikut penjelasannya:

Point Pertama. Sebuah kelompok sedang melaksanakan pertemuan untuk mempertimbangkan nama-nama untuk promosi. Sebuah nama berikut fotonya ditampikan dalam screen. Ketuanya bertanya "Bagaimana pendapat Anda mengenai orang ini ?".

Komentar pun berdatangan. untuk nama tertentu ada komentar positif seperti: "Ia orang baik, orang sangat menghargainya. Ia memiliki latar belakang teknis yang baik pula."

Beberapa nama dikomentari negatif seperti ini: "saya kira kita harus menyelidiki orang ini secara cermat. Ia nampaknya kurang dapat bergaul dengan orang lain."

"Saya tahu ia memiliki latar belakang teknis dan akademis yang baik; saya tidak meragukan kecakapannya. Akan tetapi saya khawatir mengenai penerimaan yang akan Ia dapatkan. Ia tidak menimbulkan banyak respek dari orang banyak."

Dalam mempertimbangkan seseorang untuk suatu jabatan penting, dua faktor harus diperhatikan: latar belakang teknik, dan kepribadiannya, kemampuannya untuk bergaul dengan orang lain.

Dalam sedikitnya sembilan kasus dari sepuluh, faktor "disukai atau tidak disukai" adalah hal pertama yang disebutkan. Dan dalam jumlah kasus yang sangat besar, faktor "disukai atau tidak disukai" diberikan penekanan jauh lebih besar daripada faktor teknik.

 

Point kedua. Jika Anda berprinsip membiarkan orang lain memulai perkenalan, Anda mungkin tidak mempunyai banyak teman. Orang besar memiliki cara pikir yang benar mengenai membangun persahabatan. Ia menghampiri Anda,mengulurkan tangan, dan berbicara untuk memulai perkenalan.

Ambil inisiatif untuk membangun pertemanan. Sebagian orang secara alami mudah untuk berteman, tetapi orang sukses secara sadar membangun keterampilan membangun pertemanan/networking.

Misalnya pada berbagai kesempatan, ambil inisiatif untuk memperkenalkan diri. Kemudian pastikan Anda mengingat baik nama orang tersebut, dan melafalkannya dengan benar. Kalau perlu catatlah namanya karena lupa nama bisa menunjukan kurangnya minat Anda pada orang lain.

 

Point ketiga. Kadang yang menjadi alasan kita enggan bergaul adalah karena kita tidak ingin berbeda pendapat, atau kita khawatir perkataan orang lain menyakiti perasaan kita.

Penting untuk dipahami bahwa kita hidup ditakdirkan berbeda-beda; warna kulit, bahasa, suku, dan termasuk cara pikir masing-masing orang. Oleh sebab itu terima kenyataan bahwa orang lain memiliki hak untuk berbeda.

Dengan menerima kenyataan bahwa kita berbeda, akan membuat kita bisa membaur dan diterima dalam pergaulan.

 

Point keempat. Faktanya adalah sebaliknya orang yang paling banyak berbicara dan orang yang paling berhasil jarang merupakan orang yang sama.

Hampir tanpa kecuali, semakin berhasil orang bersangkutan, semakin Ia pandai membuat orang lain berbicara, yaitu mendorong lawan bicara agar berbicara tentang dirinya, padangannya, prestasinya, keluarganya, termasuk masalahnya.

Ingat ini: kebanyakan orang lebih suka berbicara tentang dirinya sendiri daripada tentang apapun di dunia ini. Ketika Anda memberinya kesempatan, ia menyukai Anda untuk itu.

Ketika Anda mengembangkan percakapan lebih banyak mendengar dibandingkan bicara maka Anda akan mendapat setidaknya dua manfaat:

  • Kemurahan hati untuk mendengar akan menjadi orang yang lebih disukai
  • Lebih banyak mendengar akan membuat Anda belajar banyak dari orang lain tentang berbagai hal, pengalamannya, sikapnya, dll