Subliminal

Berdamai Dengan Si Otak Primitif Yang Emosional

Jenis Buku : Import

Negara Penerbit : USA

Penulis : Leonard Mlodinow

Tahun Terbit : 2013

Kategori: Self Help

Indra Budi

Author Review

684

Read
Indra
Indra Budi

HR Manager, Entrepreneur, Read 1 book a week

  

18 Feb 2018 | Komentar : 0

Para peneliti menemukan bahwa otak manusia berevolusi lebih dari 500 juta tahun dari otak primitif menjadi otak modern; dari bagian bawah ke atas dan dari bagian belakang ke depan.

                         

Otak manusia berdasarkan fungsinya secara garis besar dikelompokkan menjadi empat bagian:

Brainstem yang letaknya dibagian bawah dalam struktur otak manusia, dikenal juga sebagai otak reptil karena otak ini mirip dengan otak reptil seperti pada buaya yang hanya memiliki Brainstem saja. Fungsi otak ini mendukung fungsi kehidupan dasar seperti – bernafas, mengatur detak jantung, mengunyah, menelan, siklus tidur dan bangun, batuk, dan mengatur suhu tubuh.

The Cerebellum dikenal sebagai otak “kecil” yang letaknya dibagian belakang bawah dalam struktur otak manusia. Fungsi otak ini untuk mengendalikan keseimbangan dan koordinasi tubuh.

Limbic System atau dikenal sebagai otak mamalia. Bersama dua bagian otak sebelumnya otak ini merupakan bagian dari otak primitif, yaitu lebih dahulu ada sebagai pendukung fungsi kehidupan dasar. Terdapat sistem pertahanan hidup, menjaga tekanan darah, tingkat gula darah dan kebutuhan seksual.

Cerebrum atau Cortex merupakan otak paling modern dari ketiga otak sebelumnya, diperkirakan berevolusi kurang dari 200 juta tahun. Merupakan otak rasional yang mampu berfikir, berimajinasi, dan melakukan perencanaan. Otak ini terbagi dalam dua hemisphere  yaitu otak kiri dan otak kanan. Dimana satu bagian hemisphere dibagi lagi menjadi empat area (lobes): occipital cortex (visual processing), pariental cortex (movement and orientation), temporal cortex (mengendalikan respon kita terhadap suara, dan kemampuan bahasa), frontal cortex (planning, thinking, problem solving).

                     

Otak kita lebih complex dari yang bisa kita bayangkan

Sebagaimana makhluk hidup lainnya yang tersusun oleh satuan hidup terkecil yaitu sel, maka otak kita disusun dari sel yang dinamakan Neuron, diperkirakan jumlahnya sekitar delapan puluh enam milyar Neuron seperti super komputer kecil, dimana satu sama lain terhubung melalui triliunan “kabel” yang disebut axons. Mereka berkomunikasi satu sama lain untuk menjalankan kehidupan dalam diri manusia seperi bernafas, berjalan, mencerna makanan, melawan bakteri, menyimpan memory, berfikir dan lebih banyak lagi.

 

Menyadari bahwa didalam otak kita terjadi pertempuran, kemudian memahami bagaimana cara untuk mengontrolnya.

Disclaimer: Tulisan ini terinspirasi dari buku berjudul “Subliminal: How Your Unconcious Mind Rules Your Behavior” karya Leonard Mlodinow dengan fokus pembahasan tentang Amydalan dan Prefrontal cortex. Tulisan ini bukan ringkasan, tetapi saya mengambil ide utamanya yang kemudian dituliskan dengan struktur tersendiri dengan menambahkan perspektif dan pengalaman saya sebagai pembaca buku.

Tulisan ini lebih dari sekedar menjelaskan apa fungsi masing-masing bagian otak, tetapi lebih dari itu saya tertarik untuk memahami dua bagian otak yang sangat mempengaruhi kehidupan kita, yaitu Amygdala yang terdapat pada Limbic system dan prefrontal cortex yang berada pada Celebrum.

Kedua bagian otak ini saya perdalam penjelasannya didasarkan karena ternyata keputusan-keputusan yang kita ambil, kemampuan menyelesaikan permasalah, dan juga tingkat kematangan individu sangat ditentukan oleh kedua bagian otak ini.

Amygdala seperti yang disebutkan diatas, terletak pada bagian limbic system, ukurannya relatif kecil seperti buah almond (warna hijau pada gambar dibawah), merupakan otak yang bekerja secara tidak sadar, otomatis, dan emosional. Otak ini ada untuk melindungi kita dari ancaman, ia mengendalikan respon apakah kita harus lari atau berkelahi - dimana kita tahu dahulu kala manusia tinggal di dalam gua yang hidup dengan kebutuhan untuk mempertahankan diri yang tinggi terutama karena serangan binatang buas, maka bagian otak ini berkembang dengan fungsi memberikan sinyal peringatan waspada keseluruh tubuh jika ada ancaman.

                 

Kemudian yang bagian otak yang kedua disebut Prefrontal cortex, terletak pada celebral cortex bagian depan, merupakan otak modern yang memiliki kemampuan berfikir logis. Nama lainnya dikenal sebagai “higher brain” atau “wise brain”. Tidak seperti Amygdala yang bekerja cepat emosional, dan otomatis, Prefrontal cortex bekerja secara bertahap, rasional, sebab akibat, dan sadar.

Berbeda kondisi dengan dunia primitif, kebutuhan hidup di dunia modern tidak perlu lagi berkelahi secara fisik untuk bisa hidup, tetapi lebih membutuhkan kemampuan intelektual dan sosial untuk survive dan exis. Disini kemampuan melakukan refleksi, analisis dan pertimbangan secara sadar menjadi senjata penting bagi kita.

 

Bagaimana Cara Kerja Amygdala?

Seperti yang dijelaskan diatas, amygdala berperan mengendalikan respon:

The amygdala is the reason we are afraid of things outside our control. It also controls the way we react to certain stimuli, or an event that causes an emotion, that we see as potentially threatening or dangerous.

Ketika sesuatu sinyal external muncul (misal suara, gerakan, sentuhan, bentuk pikiran termasuk kritikan), maka Amygdala akan memberikan peringatan kepada tubuh untuk siap-siap melawan atau berlari, peringatan ini akan direspon tubuh cirinya seperti tekanan darah meningkat, jantung berdegup lebih cepat, atau ritme nafas lebih cepat. Contohnya saat kita berada dirumah sendirian pada suatu malam, tiba-tiba ada suara benda yang jatuh diluar kamar, maka secara spontan Amygdala bereaksi memberikan sinyal tanda ada "ancaman", ia bekerja sangat cepat membajak pikiran rasional yang mungkin saja suara tersebut bukan sesuatu yang berbahaya bagi kita. Contoh lainnya saat ada orang lain yang memberikan kritik kepada kita, Amygdala lah yang menjaga zona aman dan persepsi sempurna tentang diri kita, maka ketika ada kritikan maka itu dianggap sebagai "ancaman" yang berbahaya terhadap persepsi sempurna kita, dan secara tidak sadar tubuh kita merespon dalam bentuk tekanan darah meningkat, mata waspada, dan bahkan siap untuk menyerang balik.

Amygdala ini bekerja dengan cepat dan tanpa kita sadari, karena memang ia bekerja dengan otomatis membajak kontrol pikiran sadar sehingga tanpa kita sadari selain tiba-tiba tubuh sudah merespon. Ia bekerja dalam waktu sepersekian detik sebelum kita menyadarinya.

 

Amygdala bisa dilatih dengan menggunaka prefrontal cortex

Bermodal pemahaman bagaimana Amygdala dan prefrontal cortex bekerja, hal yang harus kita sadari adalah bagaimana mengendalikan respon Amygdala, karena kalau kita mengikuti amygdala untuk bereaksi secara spontan, kita akan cenderung reaktif, emosional, tidak berani bertindak, dan mengambil keputusan yang salah.

  • Penting sekali untuk memahami kondisi saat reaksi tindakan kita merupakan hasil pembajakan amygdala terhadap prefrontal cortex. Dengan memahami peringatan dan perintah amygdala ini, pikiran sadar kita bisa memberikan penolakan.
  • Untuk mengontrol amygdala bisa dilatih dengan pendekatan perilaku (behavior), tidak bisa dengan pendekatan bahasa perintah seperti misalnya “jangan panik, dengarkan saya, kamu harus tetap tenang”. You need to behave in a way that “shows” the amygdala that this conditions stimulus is not a treat to you. Yang diperlukan untuk mengontrol Amygdala adalah “ Buktikan bahwa kamu tidak takut yaitu dengan cara berperilaku wajar dan biasa saja (tanpa ketakutan), maka alarm dari Amygdala tidak lagi berbunyi”.
  • Point nya adalah kamu harus membuktikan rangkaian keberhasilan mengalahkan ketakutan. The way to re-train amygdala is by producing positif memories of yourself dealing with your triggers.