Anakku Hebat Penuh Bakat

Menemukan Potensi dan Bakat Anak Sejak Usia Dini

Jenis Buku : National

Negara Penerbit : Indonesia

Penulis : Muhammad Subhi Abdussalam

Tahun Terbit : 2014

Kategori: Parenting

Nuri Hasnani

Author Review

1.356

Read
Nuri
Nuri Hasnani

Guru Fisika

  

03 May 2016 | Komentar : 4

Anak hebat penuh bakat merupakan dambaan setiap orang tua. Namun, kebanyakan orang tua belum menyadari jika anaknya memiliki bakat yang hebat. Disisi lain, banyak juga orang tua yang mengetahui bakat anaknya, namun belum maksimal dalam menumbuhkembangkan bakat anaknya tersebut.

Setiap anak dilahirkan ke dunia membawa bakatnya masing-masing. Peran orang tua dan pendidik hanya mengasah, mengembangkan, dan memotivasi anak agar melejitkan bakatnya. Sungguh sangat disayangkan, jika anak memiliki bakat yang hebat, tatapi orang tua kurang jeli atau tidak mau tahu. Manusia yang hidup tanpa mengetahui dan mengembangkan bakatnya akan merasakan kekosongan dan keterasingan hidup (aleanasi). Mereka menghabiskan waktu-waktu kosong dengan hal-hal negatif, seperti seharian duduk di depan televisi dan terhinggapi berbagai penyakit sosial.

Telah disepakati bahwa keluarga mempunyai peran yang besar dalam mendampingi anak belajar menumbuhkembangkan bakat dan kreativitasnya. Anak berbakat harus menemukan lingkungan yang kondusif untuk menumbuhkembangkan bakatnya. Jika keluarga tidak mampu memberikan dukungan yang dibutuhkan anak untuk mengembangkan bakatnya di rumah, maka bakat anak akan tetap terpendam dalam diri anak dan tidak tumbuh serta berkembang.

 

Ada dua hal utama yang harus  orang tua lakukan, yaitu:

A. Kenali Bakat Anak Anda

Bakat setiap anak berbeda-beda. Untuk mengenali bakat anak-anak, orang tua dapat melakukan identifikasi dan pengamatan terhadap perilaku anak, misalnya, apakah anak Anda:

  • Mempunyai kelebihan-kelebihan tertentu?
  • Dapat berjalan dan berbicara pada usia dini?
  • Menggunakan kedua tangannya dan terkadang kakinya untuk melakukan gerakan-gerakan tertentu, seperti memungut benda-benda kecil dengan kakinya?
  • Mempunyai kemampuan menguasai huruf-huruf alfabetis pada usia dini?
  • Mempunyai kemampuan memahami angka dan waktu dalam kadar tertentu?
  • Mempunyai kemampuan mengurutkan puzzle sebanding dengan kemampuan anak-anak yang lebih tua usianya
  • Mempunyai kemampuan berekspresi untuk mendapatkan sesuatu?
  • Mempunyai kemampuan membagi, mengurutkan, mengorganisir, dan menamai sesuatu secara teratur?
  • Mempunyai kemampuan memahami sebab akibat dari suatu persoalan, melakukan perkiraan (assesment)yang bagus ketika memberikan respon terhadap persoalan yang beragam pada usia yang dini?
  • Sukses mengerjakan ujian yang diberikan kepada anak-anak di atas usianya?
  • Mempunyai perbendaharaan kata yang banyak, sehingga mampu berkomunikasi dengan bahasa yang komunikatif pada usia dini dan mempunyai kemampuan mengekspresikan gagasannya dengan bahasa yang kompleks?
  • Mempunyai kecepatan dalam penguasaan berbagai informasi?
  • Mempunyai kemauan memperhatikan suatu persoalan dalam tempo waktu yang lama?
  • Mempunyai kemampuan menceritakan suatu kejadian (cerita) dengan cukup jelas dan mampumemberikan ending untuk suatu kejadian (cerita) dengan sangat logis?
  • Mempunyai kemampuan mengingat berbagai kejadian yang kompleks dan mampu menjelaskannya dengan gamblang setelah jeda waktu yang lama dari kejadian tersebut?

Selain itu, bakat anak juga dapat dikenali dengan memberikan berbagai jenis permainan. Permainan merupakan cara pertama untuk melatih kepekaan, daya imajinasi, kecenderungan, bakat, dan keterampilan anak. Permainan juga dapat digunakan untuk membentuk kemampuan alami dan intelektual anak. Banyak psikolog yang menegaskan bahwa permainan imajinatif ataupun simbolik akan membantu mengembangkan bakat dan kecerdasan anak. Permainan juga berperan penting dalam memunculkan bakat anak yang membedakannya dengan anak yang lain. Ketika kemampuan anak dalam menyeleesaikan persoalan yang kompleks meningkat dalam permainan, maka bertambah luas pula kadar informasi dan pengetahuan bahasanya dibandingkan dengan anak-anak lain yang sebaya dengannya. Hal tersebut juga merupakan indikasi meningkatnya kecerdasan dan bakat anak.

 

B. Tumbuh Kembangkan Bakat Anak Anda

Setelah mengetahui bakat yang dimiliki anak Anda, langkah berikutnya adalah menumbuhkan dan mengembangkan bakat tersebut. Ada beberapa langkah-langkah yang dapat orang tua lakukan untuk menumbuhkembangkan bakat anak-anak, yaitu:

  • Berikan dukungan kepada anak Anda tentang banyak hal, baik itu bersifat material, seperti permainan atau hadapkan anak dengan berbagai persoalan dan dampingi anak Anda untuk belajar bagaimana menyingkapi persoalan tersebut
  • Bacakan dan dan perllihatkan kepada anak Anda berbagai buku bergambar. Ketika usianya bertambah, berikan berbagai buku dengan berbagai latar pengetahuan yang berbeda dan perhatikan bagaimana anak tersebut memberikan respon serta refleksi atas buku-buku tersebut
  • Pilihkan permainan yang dapat menumbuhkan kemampuanmotorik dan kognitifnya sesuai dengan usianya
  • Biarkan anak Anda melakukan eksperimentasi atas apapun yang disukainya, namun tetap dalam pendampingan Anda
  • Berikan pena dan buku, namun jangan pernah memintanya menulis atau menggambar diluar kemampuan usianya, akan tetapi biarkan anak Anda berkreasi dengan caranya sendiri
  • Berusahalah mengetahui metode yang dianggap mudah baginya untuk belajar. Hal tersebut dapat Anda lakukan dengan mendengarkan dan mengamati segala perilaku anak Anda dengan seksama. Jika Anda memberikan instruksi tertentu kepada anak, maka harus dengan cara yang mudah dipahami dan mudah dipraktikkan
  • Pahami batas kesabaran anak Anda, misalnya sampai batas mana anak Anda dapat menahan amarahnya dan terpaksa harus “menumpahkan” amarahnya
  • Berikan kepada anak peralatan melukis, misalnya crayon dan kertas gambar. Biarkan anak berkreasi sesukanya dan tidak usah risau dengan kekacauan yang terkadang diperbuatnya. Ajarkan anak membereskan peralatannya sendiri, baru kemudian boleh meninggalkan peralatannya
  • Dampingi anak melakukan aktivitas menurut kemampuan Anda, semisal aktivitas fisik seperti karate dan sepak bola, ataupun kreativitas tertentu seperti melukis, dan berikan dorongan kepada anak Anda untuk ikut serta dalam perlombaan-perlombaan
  • Jangan risau jika anak Anda melakukan kesalahan. Dengan berusaha dan berbuat kesalahan, maka anak akan belajar dari kesalahan tersebut untuk membangkitkan bakatnya
  • Berikan kesempatan kepada anak Anda untuk sendirian dalam beraktivitas, namun harus tetap dalam pengawasan Anda
  • Dengarkan apa yang dikatakannya dan berikan apresisasi positif. Sebab, dengan begitu anak akan merasa dihargai dan terbangun rasa percaya dirinya
  • Jangan pernah mengkritik dan menyalahkan anak ketika melakukan kesalahan atau tidak dapat memahami persoalan tertentu. Akan tetapi, tunjukkan kesalahannya dengan lemah lembut dan biarkan anak belajar memperbaikinya
  • Kesabaran Anda sangat dibutuhkan oleh anak, terutama anak kerika masih kecil. Sebab, anak kecil belum paham batas waktu
  • Jangan pernah memaksa anak melakukan hal tertentu yang tidak diinginkannya.

Selain itu, orang tua (khususnya ibu) juga dapat mengajak anak-anak Anda untuk ikut membereskan tugas-tugas rumah tangga. Sebagai orang tua, Anda harus memberikan pendidikan terbaik kepada anak Anda. Latihlah kepercayaan diri anak Anda. Janganlah Anda memandang anak Anda adalah anak kecil yang tidak dapat melakukan apa-apa. Jika usia anak Anda mencapai 4-5 tahun, ajaklah ikut serta membereskan tugas-tugas rumah tangga. Keikutsertaan anak dalam tugas-tugas rumah tangga akan memupuk rasa percaya diri mereka dan rasa empati kepada oranglain. Anak juga akan memiliki kemampuan motorik yang kuat dan fokus atas apa yang harus dikerjakan.

 

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan dalam mengikutsertakan anak Anda dalam tugas-tugas rumah tangga:

  1. Kondisikan anak merasa bahwa dia juga penting dan dibutuhkan. Doronglah anak berpikir bahwa dia sudah besar dan Anda sebagai orangtua percaya kepadanya bahwa dia mampu melakukan segala sesuatu dengan mandiri. Berikan tugas rumah tangga yang harus dilakukannya setiap hari agar dia merasa bahwa dia sangatlah penting dan dibutuhkan dalam keluarga
  2. Biarkan anak Anda memilih tugas rumah tangga yang sesuai dengan pilihannya dan dapat dilaksanakannya, seperti meletakkan piringnya di wastafel, menata bukunya, membereskan kamar tidur sendiri, dan lain sebagainya
  3. Dampingi anak belajar bagaimana menyelesaikan tugas-tugasnya. Misalnya, ketika membereskan tempat tidur, contohkan kepadanya bagaimana cara melipat selimut yang benar. Jika anak Anda melakukan kesalahan, betulkan dengan penuh kesabaran
  4. Hasil dari apa yang dilakukan oleh anak Anda tidaklah penting, yang penting adalah anak Anda bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugasnya. Ingatlah, ketika anak salah dalam melakukan tugasnya , jangan dikritik atau mencela hasil pekerjaannya. Kritikan hanya akan membuat anak merasa kurang dihargai, putus asa, dan enggan bekerja sama dengan Anda
  5. Jangan berikan peralatan rumah tangga yang memberatkan anak atau membahayakannya. Misalnya, sapu yang tingginya melebihi anak. Belikan sapu kecil yang dapat dipakainya untuk membantu Anda menyapu
  6. Jadilah teladan dalam menjalankan tugas-tugas rumahtangga dan jangan menggerutu karena banyaknya tugas rumah tangga. Jika anak mengetahui gerutuan Anda, maka sama saja mengajarkan anak tidak siap mengemban tanggung jawab. Jangan membuat anak tergesa-gesa menyelesaikan tugasnya. Sabar dan santailah
  7. Berikan apresiasi, sanjungan ataupun hadiah atas selesainya tugas anak Anda. Hal tersebut akan mendorongnya untuk melakukan hal-hal positif yang lain. Anak akan mengatur sendiri tugas-tugas yang harus dilaksanakannya dan kemudian menyelesaikannya.

Demikianlah tugas kita, para orang tua, dalam rangka untuk merawat dan memupuk bakat anak-anak kita, agar bakat-bakat mereka dapat tumbuh dan berkembang bahkan berbuah manis dalam kehidupan mereka.