Pribadi Hebat

Yang Menguatkan Pribadi

Jenis Buku : National

Negara Penerbit : Indonesia

Penulis : Prof. Dr. Hamka

Tahun Terbit : -

Kategori: Spirituality

Indra Budi

Author Review

2.270

Read
Indra
Indra Budi

HR Manager, Entrepreneur, Read 1 book a week

  

20 Feb 2016 | Komentar : 0

Ada hal yang menarik dan ingin saya kutipkan tulisan Prof. Dr. Hamka dalam buku ini, beliau memberi nasihat mengenai pentingnya agama dalam membangun kepribadian. Sehebat apapun kita tanpa landasan agama, akan jadi manusia yang rapuh. Sehebat apapun pencapaian kita tanpa landasan iman di hati akan ada sesuatu yang hilang. Iman itu beyond akal.

Buku ini ditulis pada zamannya, saya sering ketemu dengan kata-kata yang sulit dipahami karena mungkin konteksnya kurang relevan dengan zaman sekarang, tetapi kalau sedikit berusaha lebih dalam saya menemukan banyak nasihat penting dalam buku ini.

1. Pengaruh Agama dan Iman

Mempunyai iman dan agama berpengaruh besar terhadap pembentukan pribadi. Sebanyak apapun ilmu dan kepintaran, walaupun banyak buku dalam lemari, tidaklah akan berani menuntaskan kewajiban jika iman tidak ada.

Kadang suasana yang kita tempuh gelap dan tidak tentu lagi arah yang dituju. Ditengah padang pasir yang luas dan tidak ada airnya walaupun ada sebongkah emas, hilanglah harganya. Apa gunanya emas itu ?, kita hanya memerlukan air.

Yang demikian harus ada dalam hidup kita. Suatu waktu kita akan dihadapkan dimana akal tidak bisa memberikan jawaban, pikiran tidak dapat menembusnya. Karamlah orang yang tidak memiliki pegangan. Kita banyak bertemu dengan teman yang hanya menurutkan hitungan pikiran dan memandang agama hanya memberati belaka. Tetapi akhirnya dia terpaksa ikut tersipu-sipu mengadap Dia. Syukurlah sebab Dia memang Tuhan. Hambanya itu diterima kembali. Orang kristen mengatakan, "Anak yang hilang telah pulang".

Orang yang beragama seperti itu percaya kepada dirinya sebab dirinya percaya kepada Tuhannya. Diapun dapat pula dipercaya oleh orang lain. Dia berusaha meninggikan nilai kerjanya sebab yang diharapkan bukan keridhaan manusia, melainkan keridhaan Allah. Adapun orang yang hanya beragama setengah-setengah, agamanya tidak "hidup menyala" dalam jiwanya, sering kehilangan kegembiraan dan bimbang.

 

2. Pengaruh Shalat dan Ibadah

Dalam menempuh hidup kita selalu berjumpa dengan jalan sulit yang tidak dapat dipecahkan bagaimanapun kepercayaan kepada diri sendiri. Semakin lama semakin terasa bahwa kekuatan manusia terbatas. Shalat adalah sumber kekuatan yang sangat besar bagi pribadi. Dengan shalat diperoleh penyatupaduan pikiran yang bersumber dari kepasrahan dan kepercayaan.

Sudah jelas bahwa semua orang akan mencari sandaran yang kuat agar Ia tidak terjatuh. Sandaran itu tidak dapat kepada benda karena benda itu sendiri akan beranjak, sebab diatas yang kuat dan kuasa masih ada yang kuat dan kuasa. Disinilah rahasia kemenangan pribadi orang yang beragama. Mengambil sumber kekuatan pribadi dari Tuhan.

 

Nasihat Penting Lainnya:

  • Sikap tenang, adakalanya karena bawaan tubuh dan adakalanya karena pandai menahan hati untuk tidak tergesa-gesa.
  • Muka jernih cerminan isi hatinya. Sungguh, muka yang kusut adalah tanda bahwa yang di dalam pun kusut pula. Ada yang bertanya, "Siapa yang dapat mengetahui isi orang lain ?", "dapat, sebab mukanya dapat dibaca!, terutama matanya." Muka kusut mendatangkan jemu walaupun pada dasarnya muka itu cantik. Orang yang bermuka kusut berarti mengurung diri sendiri dan memutuskan ikatan dengan orang lain.
  • Memiliki pendapat sendiri. Sebagai pribadi kita harus punya pendapat dan pandangan sendiri pada sesuatu hal, katakan "Saya punya pendapat sendiri, yang berbeda dengan orang lain, meskipun saya tidak mengaku pendapat saya lebih bagus atau lebih benar"
  • Hidup harus memiliki kemauan. Kemauan akan menimbulkan ketabahan, kegigihan, dan keteguhan.
  • Sabar itu Ibu segala akhlak. Sabar itu ibunya, artinya sifat sabar ini akan melahirkan sifat-sifat turunannya seperti tabah, bisa dipercaya, rajin, disiplin, dll.