Bounce

Seberapa Baik Daya Tahan Anda Untuk Terus Mengejar Mimpi ?

Jenis Buku : Import

Negara Penerbit : Amerika Serikat

Penulis : Matthew Syed

Tahun Terbit : -

Kategori: Self Help

Indra Budi

Author Review

2.533

Read
Indra
Indra Budi

HR Manager, Entrepreneur, Read 1 book a week

  

13 Feb 2016 | Komentar : 5

Buku ini merupakan salah satu buku favorit saya, alasannya karena buku ini mengajarkan saya tentang mindset passion, kesabaran, latihan terus menerus dan pentingnya ke-spesialist-an.

 

Matthew Syed ialah seorang juara #1 tenis meja asal Inggris, saat itu ia berumur 24 tahun. Pencapaiannya tersebut Ia dianggap sebagai kombinasi minat dalam dirinya, pelatih dan mentor yang kompeten, fasilitas yang lengkap, latihan yang panjang, disiplin yang tinggi, dan tentunya ketekunan.

Berikut ini insight yang bisa saya ambil dari bukunya tersebut:

 

1. Spesialisasi: It's about the level of "deep domain expertise" that you possess

Pemahaman saya tentang spesialisasi menjadi terbuka jelas saat saya diperkenalkan dengan istilah “Jack of all trades”, yaitu istilah yang diberikan kepada orang yang tahu semua hal tetapi hanya sedikit-sedikit. Dialah yang dikenal para generalis. And being a generalis won’t get you far.

 

Dalam dunia modern yang kompleks, hampir semua profesi memerlukan ke spesialisan. Dalam dunia kedokteran, mana yang dibayar lebih mahal dokter umum atau dokter spesialis syaraf ?, Dalam dunia Konsultan, mana yang dibayar lebih mahal konsultan HR atau konsultan HR-Organization Development ?, dan seterusnya.

 

Hanya ketika kita memiliki kedalaman expertise-lah, kita bisa menonjol diantara kebanyakan orang, lebih di ingat, atau lebih dibayar mahal, dan seterusnya .It's about the level of "deep domain expertise" that you possess.

 

2. It takes reps and sets: “It is the quality and quantity of practice, not genes, that is driving progress."

Ingin menjadi seorang public speaker yang berpengaruh ?, atau menjadi penulis novel best seller ?, atau ingin memiliki badan altetis, dll ?, bisakah hal itu dicapai dalam waktu semalam, atau sekali latihan, atau sekali mencoba ?. pasti mustahil jawabannya.

 

Arnold Schwarzenegger dalam buku autobiography nya, “Total Recall", Untuk memilki badan atletis, Anda harus melatih diri dengan berbagai beban latihan, terus menerus, berulang-ulang, tidak ada jalan pintas, Semuanya butuh latihan dan pengulangan. It takes reps and sets.

 

Lupakan buku-buku berjudul “Cara cepat menjadi bla.. bla.. bla..", hasil penelitian dan sukses story orang-orang yang berhasil dalam berbagai bidang membuktikan mereka mencapainya dengan latihan, latihan dan latihan.

Banyaknya latihan akan membedakan antara seorang profesional dan seorang rata-rata.

Syed menunjukan bukti dari beberapa seniman dan olah ragawan – Mozart, Federer, William bersaudara, Tiger Woods, Polgar bersaudara – bahwa betul mereka memang memiliki bakat alamiah, tetapi kesungguhan yang luar bisa dan latihan yang keraslah yang menjadi penentu utama pencapaian kesuksesan mereka.

 

3. Your passion quotient: “Every endeavor pursued with passion produces a successful outcome regardless of the result."

 

Hanya pekerjaan-pekerjaan yang dikerjakan dengan passionlah yang akan mampu berjalan jauh. Pada profesi apapun, misal bidang olah raga, bidang profesional, bidang seni, ataupun bidang bisnis. Ambil contoh apabila Anda ingin berbisnis, berbisnislah pada area yang menjadi passion Anda. Dengannya Anda nanti akan berhadapan dengan kompetisi, tetapi hanya orang yang memiliki passionlah ia akan mampu bertahan, berinovasi untuk memenangkan persaingan. Karena passionlah ia bekerja seperti tidak mengenal lelah, memiliki kemampuan alami untuk terus belajar, dan mampu terus menerus mengembangkan ide.

Kuncinya adalah ketika kita melakukan sesuatu, lakukan dengan passion, dengan sepenuh hati. Jangan melakukan dengan setengah hati.

Kalaupun Anda sudah mencurahkan segala kemampuan dengan sepenuh hati, tetapi pekerjaan yang Anda lakukan itu sesuatu yang ternyata pekerjaan salah, jangan takut, pada akhirnya Anda tetap akan mendapat manfaat pembelajaran yang tak ternilai.

Setidaknya ini akan melatih otak Anda bagaimana melakukan sesuatu dengan massive fokus, energi, dan passion, dan manfaat kedua ketika Anda melakukan sesuatu yang besar tapi salah biasanya Anda akan belajar sesuatu yang sangat besar.

 

4. The ten dark years: "How long do you need to practice in order to achieve excellence? Extensive research, it turns out, has come up with a very specific answer to that question: from art to science and from board games to tennis, it has been found that a minimum of ten years is required to reach world-class status in any complex task.

 

Saya senang dengan istilah “The ten dark years” ini, kata ini mampu menguatkan saya untuk bertahan dan bersabar, bahwa pada intinya semua hal baik itu butuh waktu.

“The ten dark years” merupakan istilah yang menyimpulkan bahwa dibutuhkan setidaknya sepuluh tahun untuk mencapai  penguasaan skill kelas dunia. Dengan kata lain adalah masa-masa sulit untuk belajar dan berlatih sampai pada akhirnya bisa memetik buahnya.

Istilah ini juga terbukti dialami oleh orang orang hebat seperti Steve Job, Bill Gate, Thomas Alfa Edison, dll. Pada awalnya mereka tidak dikenal, mengalami masa-masa sulit yang panjang, masa-masa membosankan dan hampir frustasi sampai pada akhirnya segala usahanya mulai menampakkan hasil.

Pada akhirnya kita harus paham bahwa "The tough truth about life is that something just take time". Semua hal perlu waktu dan semua harus berproses. Maka bersabarlah ketika Anda sedang mengejar mimpi..