Kekuatan Pikiran

Indra Budi

HR Manager, Entrepreneur, Read 1 book a week

  
13 Feb 2016

Perubahan, Perbaikan, dan pengembangan kepribadian harus dimulai dari pikiran kita. Sebab, tindakan, perilaku, sikap dan kebiasaan kita sesungguhnya ditentukan oleh pikiran-pikiran yang memenuhi benak kita. Bukan hanya itu, semua emosi atau perasaan yang kita rasakan dalam jiwa kita seperti kegembiraan dan kesedihan, kemarahan dan kesenangan, juga ditentukan oleh pikiran-pikiran kita. Kita adalah apa yang kita pikirkan.

 

Maka kekuatan kepribadian kita akan terbangun saat kita mulai memikirkan pikiran-pikiran kita sendiri, memikirkan cara kita berfikir, memikirkan kemampuan berfikir kita, dan memikirkan bagaimana seharusnya kita berfikir. Benih dari setiap karya-karya besar yang membentuk kualitas hidup kita atau karya-karya besar yang kita saksikan dalam sejarah, selalu terlahir pertama kali disana, di alam pikiran kita. Itulah ruang pertama dari semua kenyataan hidup yang kita saksikan.

 

Tingkatan Kemampuan Berfikir

Kemampuan berfikir yang perlu kita kembangkan dapat dibagi dalam dua kategori; Pertama, kemampuan berfikir bersifat hirarkis. Kedua, kemampuan berfikir bersifat dimensional.

Yang dimaksud dengan kemampuan berfikir hirarkis adalah kemampuan berfikir pada empat tingkatan secara berurutan, yaitu sebagai berikut:

Daya serap, yaitu kemampuan untuk memahami dan mencerna sesuatu, berupa benda, peristiwa, kenyataan, pikiran, dari semua sisi secara apa adanya, benar dan objektif.

Daya Analisis, yaitu kemampuan untuk mengurai sesuatu, berupa benda, peristiwa, kenyataan, pikiran yang semua utuh lalu menjadi satuan-satuan kecil, kategori-kategori, kelompok-kelompok, serta memahami detail dari setiap satuan, kategori, kelompok tersebut.

Daya Konstruksi, yaitu kemampuan untuk membangun, mengintegrasi, menyatukan, dan menghubungkan bagian-bagian yang terpisah dari sesuatu berupa benda, peristiwa, kenyataan dan pikiran menjadi satu kesatuan yang terkorelasi secara utuh.

Daya cipta, yaitu kemampuan untuk melahirkan pikiran-pikiran baru yang murni (genuine), yang merupakan tambahan atas pikiran-pikiran yang semula sudah ada.

 

Yang dimaksud dengan kemampuan berfikir hirarkis adalah kemampuan berfikir pada dua dimensi secara simetris.

Pertama, kemampuan berfikir makro-mikro, yaitu kemampuan berfikir pada dua skala yang berbeda yang satu lebih luas atau bersifat makro, yang lainnya lebih spesifik atau mikro. Misalnya menghubungkan masalah mikro pertelekomunikasian dengan persoalan ekonomi makro.

Kedua, kemampuan berfikir strategis-taktis, yaitu kemampuan berfikir dalam dua kualitas yang berbeda, yang satu bersifat strategis yang lainnya bersifat taktis. Misalnya menyusun perencanaan strategis bisnis telekomunikasi dan menyusun langkah taktis memenangkan persaingan untuk unit bisnis seluler.